Hulondalo.id - Lima tahun belakangan, bagian belakang SMA 3 Kota Gorontalo tak memiliki pagar.
Dampaknya cukup besar dirasakan para pengelola SMA 3 Kota Gorontalo, seperti dibobol maling dan memberi kesempatan atau peluang bagi siswa untuk bolos.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea dan Indriani Dunda, berkunjung ke SMA 3 Kota Gorontalo, dalam agenda reses menindak lanjuti aspirasi di bidang pendidikan yang sebelumnya sudah diterima.
Baca Juga: Faisal Rustamin Resmi isi Kursi Nasdem di DPRD Provinsi Gorontalo
Dampak dari tak adanya tembok belakang ini, membuat SMA 3 Kota Gorontalo kehilangan alat-alat di laboratorium kurang lebih 50 buah. Intinya keamanan sekolah terganggu.
"Kita berusaha bagaimana mengantisipasi agar pagar sekitar 250 meter ini bisa dibangun lagi," ungkap Indriani.
Masih dalam agenda yang sama, Rabu, 8 Februari 2023, kedua wakil rakyat ini juga menyerahkan kursi dan meja siswa untuk 5 kelas.
"Kursi dan meja yang ada saat ini, tidak layak pakai," kata Indriani.
Sementara itu, Adhan Dambea dalam kesempatan itu menyinggung tentang boarding school, yang sempat diterapkannya kala masih menjabat Walikota Gorontalo.
Sejak terjadi pergantian Walikota, program ini tidak dilanjutkan.
Kepala Sekolah SMA N 3 Kota Gorontalo, Syaiful Kadir menyampaikan terima kasih untuk Adhan Dambea yang sudah menerima aspirasi mereka.
"Kami sangat memerlukan sarana prasarana untuk menjaga keamanan maupun stabilitas sekolah," ungkap Syaiful.
Meski begitu kata Syaiful, dibutuhkan dukungan dan keterlibatan pihak terkait termasuk para orang tua siswa untuk menunjang fasilitas disekolah. *
Artikel Terkait
Terkait Islamic Center, Banmus DPRD Provinsi Gorontalo Desak Segera Gelar Rapim
Meriahkan HUT Provinsi Gorontalo, DPRD Bakal Gelar Porseni
Porseni Wadah Silaturahmi, AW Thalib: DPRD Duduk Setara dengan Masyarakat
Waka DPRD Bonebol Sambut Baik Kunjungan Komunitas 1000 Guru Gorontalo
DPRD Kabupaten Gorontalo Dijatah 40 Kursi, Dapil ini Terbanyak Kuotanya