Provinsi Gorontalo Masuk 10 Daerah Tertinggi Realisasi Belanja APBD Provinsi se Indonesia

- Rabu, 7 Juni 2023 | 11:50 WIB
Presentase Realisasi Pendapatan APBD se Indonesia TA 2023. (gorontaloprov.go.id)
Presentase Realisasi Pendapatan APBD se Indonesia TA 2023. (gorontaloprov.go.id)

Hulondalo.id - Provinsi Gorontalo berhasil masuk 10 daerah tertinggi dalam Realisasi Belanja APBD Provinsi se Indonesia.

Posisi pertama Realisasi Belanja APBD se Indonesia diraih oleh Provinsi Jawa Barat dengan perolehan sebesar 36,42 persen, disusul Jawa Tengah sebesar 31,65 persen dan Banten 28,69 persen.

Terhitung sejak 31 Mei hingga 2 Juni 2023, Provinsi Gorontalo berada di urutan ke 6 dengan angka Realisasi Belanja Provinsi Gorontalo sebesar 27,90 persen.

Baca Juga: ASN Pemprov Gorontalo Terima Empat Kali Upah Bulan Ini

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten II Setda Handoyo Sugiharto saat mewakili Penjagub mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi secara virtual di Ruang Oval Kantor Gubernur pada Selasa, 6 Juni 2023.

"Untuk Belanja APBD alhamdulillah kita tadi disebutkan masih ada di rata-rata, termasuk untuk pemanfaataannya itu masuk 10 besar di urutan ke enam. Sementara untuk Realisasi Pendapatan kita juga masih masuk di 13 daerah tertinggi," ungkap Handoyo.

Handoyo juga mengatakan, ada beberapa hal yang perlu untuk segera direalisasikan.

"Ini perlu kita pertahankan bahkan kalau perlu terus kita tingkatkan agar bisa sampai tertinggi pertama seperti di tahun 2019. Beberapa hal terkait hasil rapat hari ini juga perlu untuk segera kita realisasikan atau kita tindak lanjuti secara detail dengan mengadakan rapat bersama SKPD terkait," ujarnya.

Pada Rakornas yang rutin dilaksanakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), juga membahas terkait inflasi serta pengembangan harga, ketersediaan stok juga penyumbang inflasi.

Handoyo juga membeberkan, pada bulan Mei transportasi menyumbang sebesar 10,62 persen terhadap inflasi.

Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menghadiri rapat tersebut, juga memberikan beberapa arahan.

Presiden mengungkapkan, saat ini untuk kebijakan penentuan harga perlu memperhatikan tiga prinsip yakni wajar di hulu, wajar di tengah dan wajar di konsumen.

Sementara itu, Tito karnavian mengajak masyarakat agar tidak membuang-buang makanan, dan pemerintah perlu terus mengkampanyekan stop boros pangan kepada masyarakat.

Hal ini dinilai sebagai bentuk kewaspadaan menjelang HBKN dan juga menghadapi fenomena panas ekstrem yang diprediksi akan dialami Indonesia sampai Oktober mendatang.*

Halaman:

Editor: Maman Uloli

Sumber: gorontaloprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Festival Kota Tua Terus Dimatangkan Pemkot Gorontalo

Selasa, 3 Oktober 2023 | 06:25 WIB

Wali Kota Gorontalo Launching Aplikasi Srikandi

Senin, 2 Oktober 2023 | 15:36 WIB

PGP Jamin Rumah Layak Huni Bagi Karyawannya

Sabtu, 30 September 2023 | 13:14 WIB

55 PAUD Swasta di Gorontalo Utara Beralih Jadi Negeri

Jumat, 29 September 2023 | 14:09 WIB
X