Pengelolaan Cagar Alam Pulau MPR Bakal Adopsi Filosofi Motabi Kambungu

- Rabu, 9 November 2022 | 14:38 WIB
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, saat memberikan sambutan pada kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan jangka panjang cagar alam pulau Mas, Popaya, Raja Tahun 2023-2032, diruang rapat Kantor Bappeda Gorontalo Utara, Rabu (9/11/2022).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, saat memberikan sambutan pada kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan jangka panjang cagar alam pulau Mas, Popaya, Raja Tahun 2023-2032, diruang rapat Kantor Bappeda Gorontalo Utara, Rabu (9/11/2022).

Hulondalo.id – Rencana aksi pengelolaan jangka panjang cagar alam pulau Mas, Popaya dan Raja (MPR) Tahun 2023-2032 di Kabupaten Gorontalo Utara, akan mengadopsi filosofi Motabi Kambungu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, mengatakan konsultasi publik rencana pengelolaan jangka panjang itu, merupakan dukungan perencanaan kawasan berdasarkan amanat peraturan pemerintah Nomor 28 Tahun 2011, yang diubah berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 108 Tahun 2015,Tentang pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Dalam rangka penyusunan dokumen rencana pengelolaan nanti kata Askhari, ada beberapa program yang akan dilakukan berdasarkan kondisi wilayah kawasan itu sendiri.

"Kita lihat apa yang menjadi nilai penting disitu dan apa mandat penunjukannya, misalkan ada penyu, perlindungan penyu, kita lihat, kita amankan dalam bentuk program perlindungan dan pengamanan," ungkap Askhari.

"Tentu perlindungan dan pengamanannya berbasis masyarakat, partisipasi masyarakat itu yang kita akan lakukan," sambung Askhari.

Tak hanya itu, Askhari juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam upaya perlindungan terhadap penyu itu.

Contoh intervensi yang akan dilakukan, kata Askhari, adalah pembuatan penangkaran semi alami untuk penyu, ini yang perlu dilakukan dan juga sudah dilakukan bersama masyarakat.

"Penyu bertelur, kita ambil telurnya, kita letakan di bak semi alami biar menetas setelah kita lepas ke alam, Sangat mulia pekerjaannya dan inilah konservasi yang kita lakukan," lanjut Askhari.

Sebelumnya, Askhari juga mengatakan, rencana aksi atau kegiatan-kegiatan nanti yang bersentuhan dengan kawasan konservasi itu, kemungkinan akan mengadopsi filosofi dari Motabi Kambungu, yang digagas Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Red Notice Terbit, Polri Buru Tersangka KSP Indosurya

Selasa, 31 Januari 2023 | 21:45 WIB

Pemkab Pohuwato Hadiri Kajian Akbar Muslimah

Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:41 WIB

Banjir Melanda Manado, Ketinggian Air Capai 3 Meter

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:01 WIB
X