Kita Sebagai Konsumen Teknologi

- Senin, 6 Desember 2021 | 11:53 WIB
ilustrasi internet
ilustrasi internet

-
ilustrasi internet Oleh: Windra Irawan, S.I.Kom., M.Si. (Dosen Ilmu Komunikasi dan Informasi, Universitas Terbuka) Menyambung tulisan sebelumnya yang membahas tren teknologi, maka opini kali ini akan menyinggung tentang bagaimana kita sebagai konsumen dan pengguna menyikapinya. Sehingga, meskipun hanya sebatas penikmat, kita bisa lebih bijak dan mampu mempertahankan identitas dan prinsip hidup yang kita anut. Baru-baru ini bos Facebook membuat pengumuman bahwa Meta Platforms Inc. menjadi nama dari perusahaan yang akan menaungi raksasa bisnisnya. Alasan perubahan karena mereka melihat perkembangan teknologi saat ini. Menurutn mereka, sekarang kita harus bersiap untuk memasuki “metaverse”. Mengutip dari wikipedia, metaverse di terjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai meta semesta, yaitu ruang virtual yang dapat diciptakan dan dijelajahi pengguna tanpa harus berada di ruang yang sama. Tentu definisi ini terlalu singkat untuk menjelaskan maksud sesungguhnya, tapi cukup bagi kita untuk mengerti maksud dan tujuannya. Poin penting yang kita peroleh, bahwa teknologi informasi yang kita gunakan hari ini berkembang dengan luar biasa. Mungkin, satu dekade lalu teknologi yang kita gunakan sekarang hanya bisa dilihat di film-film sci-fi dan fantasi. Sebagai kaum millenial, mungkin sebagian kita masih ingat bagaimana berkesannya saat surat digunakan bertukar kabar dengan orang terdekat, atau saat menggunakan kaset untuk menyetel berhibur, atau weselpos sebagai alat mengirimkan uang. Semua itu sekarang sudah menjadi barang antik, berganti beragam alikasi pesan singkat, media sosial, e-bangking, dan teknologi digital lainnya. Perkembangan teknologi itu sudah diprediksi oleh Goordon E. Moore yang kemudian di dikenal dengan Hukum Moore (Moore Law). Menurutnya perkembangan teknologi akan terus berlipat ganda setiap 18 bulan. Pada website www.ourworldindata.org peneliti Max Roser dan Hannah Ritchie membuat laporan tentang Technological Progress. Pada tahun 1970, jumlah transistor pada sebuah sirkuit tidak lebih dari 10.000. Pada 2020 yaitu 50 tahun kemudian, jumlah transistor menjadi 50 milyar per sirkuit. Transistor merupakan elemen teknik dasar perkembangan teknologi. Semakin banyak transistor semakin banyak dan semakin cepat informasi bisa diproses mesin. Selain transistor ada banyak teknologi yang telah mengalami perkembangan eksponensial, seperti kapasitas memori, jumlah dan ukuran piksel dalam kamera digital, kecepatan data digital, dan sebagainya. Sekarang, menjadi penting untuk menjadi renungan bagi kita bagaimana kita sebagai individu dan masyarakat dalam menyikapi perkembangan teknologi. Karena sebagaimana kita ketahui, meski bisa menolak tapi kita tidak bisa menghindar dari perubahan. Karena adopsi teknologi perlahan masuk tanpa disadari. Kemudian menyatu dalam kehidupan kita, tak terpisahkan selalu muncul disekeliling dan keseharian kita. Kita tidak bisa membedakan apakah teknologi yang mempengaruhi kita atau masyarakat yang mempengaruhinya. Tapi yang pasti, kedua pendapat tersebut masing-masing ada benarnya, budaya tidak melulu lahir dari teknologi yang diciptakan, tetapi kita juga tidak dapat sepenuhnya mengabaikan efek teknologi pada budaya. Menurut Dr. Winston Ewert; yang merupakan seorang pakar teknologi mengatakan, bahwa pada hakekatnya teknologi tidak memaksa siapa pun untuk mengadopsinya. Oleh karena itu Individu, kelompok, masyarakat atau bangsa sesuai memilih teknologi sesuai budayanya masing-masing. Pilihan tersebut kemudian memungkinkan budaya bergerak ke arah yang berbeda dengan lainnya. Pada akhirnya, kita sebagai penikmat dan konsumen teknologi harus memiliki prinsip. Kita sebenarnya bukan individu tak berdaya; yang terombang-ambing ikut arus kemajuan teknologi. Kita punya kemampuan memilih mengadopsinya atau meninggalkanya. Kita mampu mempelajari dan memprediksi dampak teknologi bagi kehidupan kita, baik atau buruk semua ada tergantung pilihan kita masing-masing. (*)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Red Notice Terbit, Polri Buru Tersangka KSP Indosurya

Selasa, 31 Januari 2023 | 21:45 WIB

Pemkab Pohuwato Hadiri Kajian Akbar Muslimah

Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:41 WIB
X