Kemenpar Ekraf Susun Rute Perjalanan Ekspedisi Wallacea

- Rabu, 4 November 2020 | 10:06 WIB
Suasana pertemuan perwakilan Kemenpar Ekraf bersama Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan unsur terkait membahas
Suasana pertemuan perwakilan Kemenpar Ekraf bersama Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan unsur terkait membahas

-
Suasana pertemuan perwakilan Kemenpar Ekraf bersama Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan unsur terkait membahas perjalanan wisata rute ekspedisi wallaceaHulondalo.id - Dalam rangka penyusunan pola perjalanan wisata Wallacea Expedition Route, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Events Direktorat Wisata Alam, Budaya dan Buatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) RI menggelar diskusi dan koordinasi penyusunan pola perjalanan wisata wallacea expedition route, Selasa (3/11/2020). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli M Katili turut membuka kegiatan tersebut dengan menghadirkan perwakilan Kemenpar Ekraf RI dan Tim Ekspedisi Wallacea Jelajah Kompas. Rifli M Katili menyambut baik kegiatan Kementerian Pariwisata ini dan mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini sedang mendorong Geopark Gorontalo menjadi Geopark Nasional. “Bicara Wallacea tidak lepas dari Geopark itu sendiri. Geopark Gorontalo didukung oleh posisi bio region yang berada di kawasan Wallacea yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna,” kata Rifli. Sementara itu, Perwakilan Kemenpar Ekraf RI, Kurnia Agung Perdana mengatakan, Direktorat Wisata Alam Budaya dan Buatan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Event Kemenpar Ekraf tengah menyusun pedoman pola perjalanan wisata alam, budaya dan buatan. Untuk tahun ini, ada 12 topik yang diangkat dan salah satunya adalah Wallace Line Expedition Route. “Kami berharap Dinas Pariwisata dan stakeholder terkait dapat membantu terkait pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan untuk resource mapping wisata jalur ekspedisi wallacea yang akan dituangkan dalam bentuk buku pola perjalanan wisata yang nantinya akan di distribusikan dan menjadi dasar bagi tour operator, travel agent dalam menyusun paket wisata,” ujar Kurnia. Kegiatan ini turut menghadirkan peserta diskusi yang berasal dari unsur BKSDA Wilayah Gorontalo, Pengelola Kawasan Suaka Margasatwa Nantu–Boliyohuto, ASITA, HPI, PHRI, Perwakilan Tour Operator Gorontalo dan unsur Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.(adv)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X