Khalifah Terbaik dari Tanah Panua

- Minggu, 17 Februari 2019 | 22:51 WIB

***(Suryadin Ahmad, Pohuwato)***

Hulondalo.id - Memimpin dengan hati, mungkin itulah yang dilakukan Syarif Mbuinga, selama dua periode menjabat bupati. Kendati masih berusia muda, Syarif terkenal sebagai sosok yang arif, dan paham betul apa kondisi rakyatnya. Alih-alih menjadikan Pohuwato sebagai kota modern, dengan bangunan megah di mana-mana, Syarif justru memilih fokus mensejahterakan rakyat, sebagai bagian dari visi besar seorang khalifah di tanah kelahirannya. Delapan tahun sudah Syarif Mbuinga bersama Amin Haras memimpin Kabupaten Pohuwato. Dan hari ini Minggu 17 Februari 2019, diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) SYAH yang ke 3 untuk periode yang kedua. Itu artinya, tak lama lagi Syarif pasti akan meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Pohuwato. Lantas, apa yang akan diwariskan oleh bupati yang akrab disapa Pa Sisa itu untuk rakyat Pohuwato? Sejak dilantik pada 22 September 2010 silam, Syarif sudah menunjukkan semangatnya. Dimulai dari reformasi birokrasi. Sebagai mantan ketua DPRD Pohuwato, Syarif cukup mengenal cara kerja birokat di sana. Ketajamannya dalam mengatasi persoalan, memotong jalur birokrasi berbelit, dan hal lainnya, mampu menempatkan Pohuwato, sebagai 10 daerah dengan LPPD terbaik. Berbanding terbalik saat sebelum Syarif menjabat, Pohuwato masuk 10 besar daerah laporan kinerja terburuk. Penghargaan dari berbagai kementrian, hingga dari presiden, dengan mudah diraih pemerintahannya bersama Wakil Bupati Amin Haras. Tapi itu bukan target. Bak seorang pelayan, Syarif coba memberikan apa yang rakyatnya butuhkan.. 2011, tercetuslah program Gema Panua, sebagai cara Syarif menjadikan pemerintahannya, menjadi pelayan masyarakat. Konsep ini cukup jitu, dampaknya pun sangat terasa. Dengan memboyong jajaran terkait, Syarif melayani langsung di depan rumah rakyatnya. Sudah begitu, semuanya pun digratiskan. Bagaimana dengan pendapatan daerah? Bagi Syarif, masih banyak cara mendapatkan uang untuk membangun daerah, tanpa harus meminta dari rakyat sendiri. 2018, Pohuwato masuk dalam zona hijau, soal kepatuhan, oleh Ombudsman RI. di bidang keuangan, opini Wajar tanpa pengecualian (WTP) berturut-turut sejak 2013 hingga 2017. Serta masih banyak lagi.
-
infogragis/anwart   Kesejahteraan Rakyat adalah Prioritas Sejak awal, Syarif sudah menunjukkan, idealismenya sebagai pemimpin. Baginya, kesejahteraan rakyat adalah sebuah keharusan. 2011, Rp. 37,95 milyar dana APBD dikucurkan untuk memodali program penguatan ekonomi kerakyatan. Semua sektor digempur, mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan hingga pendidikan. Tahun berikutnya naik lagi, hingga terakhir 2019, sudah sampai pada angka Rp.108,55 milyar yang dialokasikan. Sejak 2011, Postur APBD pun seakan tak berubah, porsi besar tetap untuk belanja publik. Hasilnya, Alhamdulillah angka kemiskinan berhasil turun dua digit lebih. Dari 21,27 kini jadi 19,4 persen. Pohuwato pun, menjadi penyumbang tertinggi penurunan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Tak cuma itu, generasi muda dipicu untuk memotori gerakan wirausaha. Syarif pernah berkata, Ia bukannya tidak mau mendirikan bangunan yang megah, hanya saja, buat apa mengucurkan anggaran besar untuk proyek besar, namun tidak memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan rakyat. Syarif, tetap mendorong pembangunan infrastruktur di daerahnya. Bedanya, infrastruktur yang dibangun itu, terukur benar manfaatnya. Beberapa yang tengah digenjot saat ini diantaranya, bendungan Randangan, Gelanggang olahraga, dan Bandara Pohuwato. Khusus bandara, kendati itu bukan diawali di masa pemerintahannya, namun Syarif terus mendorong terwujudnya hal itu. Bangunannya tak harus besar ataupun megah, karena yang penting bangunan itu bisa memudahkan atau dibutuhkan orang banyak. Kini, masa jabatan Syarif, tinggal dua tahun di Pohuwato. Salah satu tugas terberatnya adalah, bukan menuntaskan mega proyek yang kini tengah dikebut, namun bagaimana mencari sosok yang layak untuk mengganti dirinya. Usia yang masih muda, mengisyaratkan bahwa karir politiknya masih panjang. Syarif Menuju Puncak Botu (Jadi gubernur), mulai digaungkan. Pendukung dan rakyat bumi panua, mulai pasang kuda kuda. Popularitas dan elektabilitasnya pun, sudah teruji di dua kali pilkada. Tapi.. Pilgub adalah medan tarung yang baru. Disini, popularitas dan elektabilitas bukanlah segalanya, itu hanya modal awal. Butuh lebih dari itu, untuk bisa merebut kursi utama di puncak botu. Nah, Syarif memilki faktor tambahan itu. Banyak yang optimis, Syarif akan menjadi calon paling kuat, untuk gantikan Rusli Habibie sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo. Selamat Ulang Tahun SYAH ke 3, semoga tetap amanah.. (HL**)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mau Mudik ? Ini Syarat Mudik Gratis Kemenhub

Senin, 13 Maret 2023 | 13:51 WIB
X