Relaksasi Kredit Terdampak Covid-19 di Gorontalo 'Hanya' Rp 446 Juta

- Selasa, 22 Desember 2020 | 16:37 WIB

-
Kepala OJK Provinsi Sulutgomalut, Darwisman saat temu media via webinar, Selasa (22/12/2020). Hulondalo.id - Dampak pandemi Covid-19 rupanya belum begitu berdampak pada sektor jasa keuangan di Gorontalo. Bagaimana tidak, angka relaksasi kredit berdasarkan POJK 11 yang kemudian disempurnakan dengan POJK 48 hanya menjangkau 18 debitur UMKM di Gorontalo. Sementara, dari 18 debitur itu angka relaksasi kredit di Gorontalo mencapai Rp 446 Juta. Jika dibandingkan dengan relaksasi kredit di Maluku Utara yang mencapai Rp 2,5 Miliar dengan 42 debitur dan Sulawesi Utara mencapai Rp 169 Miliar dengan 1.424 debitur baik UMKM dan non UMKM. "Kalau saya lihat di Gorontalo, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, sektor jasa keuangannya masih benar-benar eksis, masih terlalu besar yang memanfaatkan POJK 11. Mungkin tanpa dibantu POJK, sebagian besar masih bisa tumbuh," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Darwisman via webinar, Selasa (22/12/2020). Hal itu juga dikuatkan dengan pertumbuhan kredit di sektor perbankan. Dari catatan OJK Sulutgomalut, pertumbuhan kredit mencapai 6,34% (year to date/ytd) dari total kredit Rp 14,47 Triliun, dan atau tumbuh 10,03% (year on year/yoy) dengan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah 3,65% posisi Oktober 2020. Dari total kredit Rp 14,47 Triliun itu, kredit UMKM di Gorontalo mencapai 3,67 Triliun pada posisi Oktober 2020 namun terkontraksi -1,56% (ytd) dan -4,56% (yoy). Namun berbanding terbalik dari pertumbuhan sektor pembiayaan di Gorontalo yang terkontraksi 20,29% (ytd) dan atau 17,88% (yoy) posisi Oktober 2020 dengan NPF (Non Performing Finance) atau kredit bermasalah 3,50%. "Ini menunjukkan basis kekuatan ekonomi di Sulut, Gorontalo dan Malut masih cukup kuat. Kreditnya tumbuh, aset perbankan juga tumbuh. Mudah-mudahan ini akan cepat recorvery-nya, apalagi ditambah stimulus-stimulus lainnya bisa berpeluang menjadi tambah kuat sehingga penyaluran kreditnya tumbuh," kata Darwisman. Meski demikian, Darwisman menyampaikan sejatinya pihaknya masih membuka peluang kepada masyarakat, khususnya dunia usaha di Gorontalo untuk memanfaatkan relaksasi kredit sesuai POJK11 dan POJK 48. "Kami juga akan mendorong agar POJK 11 dan POJK 48 ini untuk terus disosialisasikan kepada dunia usaha yang mengalami gangguan akibat dampak Covid-19," tandasnya.(Alex)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Cegah Cemas Karena Resesi, Tabungan Emas Jadi Solusi

Kamis, 17 November 2022 | 13:47 WIB

Hobi Bisa Menghasilkan Cuan, Berikut Tipsnya!

Kamis, 29 September 2022 | 14:58 WIB

Go Public Tak Harus Menunggu Perusahaan Jadi Besar

Senin, 19 September 2022 | 12:46 WIB

Indomaret Hadir di Paguyaman Pantai

Minggu, 18 September 2022 | 22:38 WIB

Akses Permodalan untuk Pelaku Industri Kreatif

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 12:11 WIB

Dana KUR Rp373 Triliun, Baru 50% yang Terserap

Kamis, 14 Juli 2022 | 13:31 WIB
X